Wakarimasen

October 23, 2011 at 7:07 am | Posted in Randomized | Leave a comment

Entah kenapa belakangan ini saya seperti merasa semakin pasrah saja dengan dunia fansub indo, bahkan seperti tidak mau tahu apa yang sedang terjadi di luar sana. Tidak hanya dikarenakan urusan IRL yang semakin mempersempit waktu luang saya, tetapi juga perasaan sedih akan kondisi dunia fansub indo saat ini. Mulai dari kualitas penyajian yang semakin “terserah gue”, orientasi ketenaran, hingga permasalahan etika yang tidak masuk akal. Rasanya sudah mau saya lepas saja dan kembali berurusan dengan fansub luar yang lebih dedicated, yang saat ini saya tinggalkan agar bisa lebih fokus ke pasar lokal.

Mengenai perpusjakarta sendiri, perasaan paling sedih yang saya rasakan adalah ketika situs yang saya buat atas dasar inisiatif dan perjuangan sendiri agar fansub indonesia bisa berkembang, menjadi sesuatu yang dianggap tidak dibutuhkan, dinomersekiankan, atau malah dilupakan. Semoga ini hanya prasangka buruk sesaat saja.

Namun jika melihat entri datanya yang sangat sedikit belakangan ini, saya rasa sudah saatnya perpusjakarta untuk memperluas pasarnya, karena saya tidak mau web yang sudah susah payah saya buat menjadi tidak berguna seperti sekarang.

Note: Entah kenapa belakangan ini saya sangat suka menggunakan kata wakarimasen sebagai judul atau nama sesuatu yang tidak dapat saya deskripsikan seperti apa. Jadi yang ini juga saya beri judul Wakarimasen :>

Mempertahankan Eksistensi Fansub

May 21, 2011 at 5:08 pm | Posted in Idea | Leave a comment

Cukup lama saya tidak menulis di blog saya di sini. Kini saya sempatkan untuk menulis lagi. Masih seputar persoalan fansub, karena memang ada sesuatu yang ingin saya tumpahkan di sini.

Belakangan ini saya menyadari bahwa satu per satu fansub indonesia mulai berjatuhan. Hal ini saya ketahui setelah beberapa waktu yang lalu saya sempatkan untuk mampir di berbagai blog fansub indonesia. Selain itu juga saya menyadarinya dari jumlah postingan perpusjakarta yang belakangan agak mulai berkurangan intensitasnya. Sebenarnya apa sih penyebabnya?

Dari berbagai info yang saya dapatkan, permasalahan utamanya karena tidak adanya translator. Ya, TL adalah inti dari sebuah fansub. Tanpa TL tak akan ada yang namanya fansub. Tapi fansub juga tidak hanya sekedar masalah TL saja. Ada banyak hal teknis penting yang menunjang keberadaan fansub. Namun di sini saya tidak akan membicarakan hal teknis fansub karena di luar sana sudah banyak yang membahasnya. Kali ini saya ingin mengeluarkan pendapat mengenai sesuatu yang lebih penting dari sekedar hal teknis sebuah fansub.

Sesuai namanya sendiri, fansub merupakan kependekan dari terjemahan penggemar. Artinya apa? Kalau bukan penggemar dari anime yang akan dikerjakan grup ya jangan dikerjakan. Karena kalau tetap mengerjakan itu bukan fansub lagi namanya, karena melakukan sesuatu yang tidak disukai. Fansub itu harus didasarkan karena alasan kegemaran alias hobi.

Sebenarnya point utamanya adalah masalah motivasi dan hobi adalah salah satu motivasi. Bisa saja seseorang mempunyai motivasi lain untuk tetap mengerjakan fansub, semisal ingin mendalami kemampuan bahasa. Tidak salah sebenarnya, selama ada sesuatu yang positif yang dapat diambil dari kegiatan fansub itu semisal karena fansub jadi tidak keluyuran ke mana-mana. Yang jadi pertanyaan adalah seberapa lama kesanggupan untuk tetap termotivasi itu. Jawabannya ada pada masing-masing individu.

Ketika motivasi itu telah dimiliki, lantas hal penting selanjutnya adalah masalah manajemen. Fansub bukanlah sebuah organisasi yang terkekang oleh aturan pakem selayaknya organisasi pada umumnya. Pendiri pastilah ada dan adalah hak pendiri untuk menentukan aturan main sebuah fansub. Mau jadi fansub yang free for all atau fansub yang pengurusnya harus tunduk pada pendirinya. Jadi kalau anda mau memasuki sebuah grup fansub ya ketahui dulu sistem yang dijalankan dan bagaimana cara mereka bekerja, jangan asal langsung menawarkan diri. Inti dari hal ini adalah masalah jodoh, cocok atau tidak dengan sistemnya.

Bicara masalah cocok atau tidak dengan sistem pastinya terkait dengan masalah interaksi dengan orang lain. Dekat tidaknya hubungan antar pengurus fansub juga menjadi salah satu faktor kunci kelanggengan sebuah fansub. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari melakukan sesuatu yang digemari secara bersama dengan orang lain, apalagi sahabat. Karena itulah saya selalu melakukan wawancara yang panjang dan lebar bahkan seharian untuk sekedar lebih mengenali calon pengurus fansub yang saya dirikan, walau pada akhirnya calon tersebut tetap saja gugur. Hal itu lebih baik daripada saya langsung merekrutnya lantas dia kecewa dengan kondisi di dalam fansub itu sendiri, karena pada akhirnya juga yang menanggung akibatnya juga saya sendiri.

Ketika semua hal tersebut terpenuhi maka hal teknis pun bisa diperjuangkan. Mulai dari menyediakan komputer yang powerfull hingga membeli koneksi internet yang memadai. Tapi sebisa mungkin jangan sampai nebeng fasilitas orang lain ya, semisal internet kantor atau sekolah. Karena kalo kantor tiba-tiba berhenti langganan kan bisa berabe. Karena itulah, untuk memulai sebuah fansub pastikan anda telah memiliki segala sumber daya, bahkan kalau perlu anda dapat menjalankan fansub seorang diri, seperti yang saya lakukan dahulu.

Namun tidak ada hal yang lebih penting dari kehidupan nyata. Jika memang kegiatan fansub sudah mulai mengganggu kehidupan anda maka sudah waktunya anda berhenti mengurus fansub.

Semoga artikel ini bermanfaat buat anda kawan-kawan sesama pengurus fansub indo ^^

Moment of Happiness

March 25, 2011 at 6:23 pm | Posted in Randomized, Uncategorized | 1 Comment

Jika ditanya pernahkah saya merasakan kebahagiaan dalam menggeluti dunia fansub, maka jawabannya Ya!

Saat awal mendirikan silky, saya memulai sebuah langkah kecil. Memang rasanya muluk sekali bermimpi bahwa fansub indonesia bisa berjaya di negerinya sendiri. Tapi hal itu sudah cukup menjadi kenyataan bahwa fansub indonesia sekarang jumlahnya sudah tidak bisa dibilang sedikit. Fansub indonesia memang masih kalah dibandingkan dengan fansub international dalam banyak hal. Tapi untuk apalah membandingkan, kecuali demi meningkatkan awareness akan pentingnya sebuah keseriusan dalam mengurus fansub.

Tapi saya tidak pernah merasa sebahagia ini ketika saya disodori sebuah link gambar oleh seorang kawan. Gambar yang menunjukkan hasil karya pertama saya sedang ditonton di dalam sebuah kelas. Wow! Saya merasa seperti menjadi seorang pahlawan kesiangan yang tidak dikenal. Bahagia walau di satu sisi juga sedih.

Wait, maksud tulisan ini apa? Nothing. Cuma pengen curhat aja koq :p

*NB: buat yang sudah mengupload foto di atas, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Saya tunggu gambar-gambar yang lain juga.

Generator Pembelah Sylabel Menjadi Karakter

January 17, 2011 at 11:25 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Anda ingin memberi efek per karakter tapi sebal karena capek menekan ctrl+v untuk menggandakan {\k0} pada subtitle asal? Mungkin skrip berikut bisa menjadi solusi bagi anda.

function do_fx(subs, meta, line)

— –bagian untuk mengenerate per karakter—————

split = “”
for i = 1, line.kara.n do
local syl = line.kara[i]
if (syl.duration >= 0) then
l = table.copy(line)
num = string.len(syl.text_stripped)
for j = 1, num do
chara = string.sub(syl.text_stripped, j, j)
if (j==1) then
k=syl.duration
end
if (j>1) then
k=0
end
l.text = string.format(“{\\k%d}%s”,k/10, chara)
split = string.format(“%s%s”, split, l.text)
l.text = string.format(“%s”, split)
end
end
end
l.style = string.format(“%s%s”, line.style,”chara”)
subs.append(l)

— –bagian untuk mengenerate per sylabel—————

split = “”
for i = 1, line.kara.n do
local syl = line.kara[i]
if (syl.duration >= 0) then
l = table.copy(line)
k=syl.duration
l.text = string.format(“{\\k%d}%s”,k/10, syl.text_stripped)
split = string.format(“%s%s”, split, l.text)
l.text = string.format(“%s”, split)
end
end
l.style = string.format(“%s%s”, line.style,”syl”)
subs.append(l)
end

Dengan skrip tersebut line seperti berikut:

{\k46}i{\k46}ssen {\k46}da{\k46}tte {\k23}ko{\k23}e{\k23}ta{\k11}i {\k46}no

akan dihasilkan 2 lain seperti berikut:

{\k46}i{\k46}s{\k0}s{\k0}e{\k0}n{\k0} {\k46}d{\k0}a{\k46}t{\k0}t{\k0}e{\k0} {\k23}k{\k0}o{\k23}e{\k23}t{\k0}a{\k11}i{\k0} {\k46}n{\k0}o

{\k46}i{\k46}ssen {\k46}da{\k46}tte {\k23}ko{\k23}e{\k23}ta{\k11}i {\k46}no

dengan nama style yang diekstensikan dengan kata “chara” dan “syl”.

Gunakan output skrip tersebut sebagai subtitle pra-efek. Tinggal seberapa jauh anda sanggup mengatur efek berdasarkan nama style😀

*Saya telah kehabisan ide. Jadi mungkin ini tips terakhir yang bisa saya berikan untuk membuat efek karaoke menggunakan lua. Selamat berjuang menjadi karaoke-er besar*

Let’s Play, ToraDora, & Tena on S-String Manga

July 25, 2010 at 11:23 pm | Posted in Randomized | Leave a comment

Agaknya bulan ini memang bulan yang paling exciting dibandingkan sebelum-sebelumnya bagi saya. Tidak lain karena terbitnya 3 manga tersebut, di mana saya merasa bahwa penerbit lokal sudah berani menerbitkan manga yang genrenya mengarah ke selera otaku jaman sekarang.

Let’s Play atau yang dikenal dengan judul Asobi ni Iku yo (Animenya tayang musim ini, summer 2010), bercerita tentang makhluk luar angkasa bangsa cattia yang datang ke bumi untuk lebih mengenal dan menjalin persahabatan dengan manusia. Dari covernya saja sudah bisa dijudge genre macam apa manga ini. Walaupun tergolong ecchi, karena diterbitkan dengan ratingnya remaja, censorship adalah sebuah kewajiban di indonesia. Kecewa mungkin iya, memang indonesia bukanlah jepang. Tapi itu bukan alasan untuk tidak membeli manga ini.

ToraDora, sebuah judul fenomenal, mengisahkan persahabatan seorang laki-laki yang tampak seram dari luar namun baik hati di dalam dan seorang perempuan bertubuh kecil namun bertenaga besar, yang dalam hubungannya mereka saling membantu untuk menggapai cinta mereka. Genre romance tentu saja. Dengan tipikal slice of life, ToraDora juga memberikan gambaran kehidupan keluarga jaman sekarang.

Dan terakhir yang paling membuat saya excited, Tena on S-String atau S-Senjou no Tena, berkisah mengenai seorang gadis tuner. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang lelaki yang memiliki nada kehidupan yang unik, hingga dimulailah perjalanan mereka bersama untuk men-tune nada-nada kehidupan yang sumbang di lingkungan manusia. Manga ini lebih tampak seperti mahou shoujo. Namun sisi menariknya adalah karakter Tena sendiri yang pettan tsundere =D~ … Jadi bagi anda penggemar karakter tersebut, manga ini adalah sebuah kewajiban.

Akhir-akhir ini penerbit lokal memang membuat saya heran sekaligus senang dengan terbitnya manga-manga seperti yang sudah saya jelaskan di artikel-artikel sebelumnya. Semoga ini bisa menjadi titik balik dunia manga di indonesia dan bisa terus berlanjut seperti ini.

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.